KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kehadiran Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan makalah ini. Sholawat dan salam semoga tetap
tercurah limpahkan kepada baginda Rosulullah yang telah mengantarkan ummat
manusia menuju peradapan yang paripurna.
Penulisan makalah ini, lebih di latar belakangi adanya tugas dari
dosen pembimbing mata kuliah “TAFSIR TARBAWI” di samping adanya keinginan
penulis untuk berbuat sesuatu yang
bermanfaat bagi sesame.
Makalah ini berikan tentang materi Al-qur’an dan ilmu pengetahuan
agama, kehadiran makalah ini di harapakan dapat menjadi salah satu bahan bacaan
bagi segenap mahasiswa demi tercapainuya keinginan bersama.
Dalam rangka penyempurnaan makalah ini, saran dan kritik yang
bersifat konstruktif terbuka lebar untuk di terima. Semoga harapan dan
cita-cita penulis serta para pembaca
dengan kehendak dan takdir Allah swt. Amin
Pamekasan, 28 November 2013
Kata
pengantar …………………………………………………………………
Dafatar
isi …………………………………………………………………………
BAB
I PENDAHULUAN …………………………………………………………
A.
Latar
belakang …………………………………………………………
B.
Rumusan
masalah …………………………………………………………
BAB
II PEMBAHASAN …………………………………………………………
A.
Pengertian
Al-Qur’an …………………………………………………
B.
Pengertian
ilmu …………………………………………………………
C.
Al-Qur’an
dan penelitain ilmiah …………………………………………
D.
Pembagaian
mukjizat …………………………………………………
1.
Mukjizat
Hissiyah …………………………………………………
2.
Mukjizat
maknawiyah atau aqliyah …………………………………
E.
Ilmu-ilmu
yang terdapat dalam Al-Qur’an …………………………………
1.
Ilmu
falaq ………………………………………………………...
2.
Siklus dan air lautan …………………………………………………….
3.
Lautan ……………………………………………………………...
4.
Atmosfer bumi ………………………………………………...
5.
Keetinggian (Altitude) ………………………………………………...
6.
Listrik tmosfer ……………………………………………………..
7.
Bayangan ……………………………………………………………...
Daftar pustaka ……………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
AL-Qur’an
telah merambahkan dimensi baru terhadap studi mengenai fenomena jagad raya
danmembentu pikiran manusia melakukan terobosan terhadap batas penghalang dari
alam materi. Al-Qur’an menunjukkan bahwa materi bukanlah suatu yang kotor dan
tanpa nilai, karena padanya terdapat tanda-tanda yang membimbing manusia kepada
Allah serta kegaiban dan keagungan alam semesta yang amat luas adalah ciptaan
Allah dan al-Qur’an mengajak manusia untuk menyelidikinya, mengungkap keajaiban
dan keghaiban, serta berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah ruah
untuk kesejahteraan hidupnya.
Oleh karena itu al-Qur’an membawa manusia terhadap Allah melalui ciptaannya dan realitas kongkret yang terdapat di bumi dan di langit. Inilah sesungguhnya yang terdapat pada ilmu pengetahuan yang mana mengadakan observasi lalu menarik hukum-hukum alam berdasarkan observasi dan eksperimen. Dengan demikian ilmu pengetahuan dapat mengetahui tentang segala hal yang telah diciptakan oleh Allah melalui observasi yang teliti dan terdapat hukum-hukum yang mengatur gejala alam dan al-Qur’an menunjukkan kepada realitas intelektual yang maha besar, yaitu Allah SWT, lewat ciptaannya.
Oleh karena itu al-Qur’an membawa manusia terhadap Allah melalui ciptaannya dan realitas kongkret yang terdapat di bumi dan di langit. Inilah sesungguhnya yang terdapat pada ilmu pengetahuan yang mana mengadakan observasi lalu menarik hukum-hukum alam berdasarkan observasi dan eksperimen. Dengan demikian ilmu pengetahuan dapat mengetahui tentang segala hal yang telah diciptakan oleh Allah melalui observasi yang teliti dan terdapat hukum-hukum yang mengatur gejala alam dan al-Qur’an menunjukkan kepada realitas intelektual yang maha besar, yaitu Allah SWT, lewat ciptaannya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian Al-Qur’an?
2.
Apa
pengertian ilmu?
3.
Bagaiman
hubungan Al-Qur’an dan penelitan ilmiah?
4.
Ada
berapakah pembagian mukjizat?
5.
Apa
saja ilmu yang terdapat dalam Al-Qur’an?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Al-Qur'an
Al-Qur'an
adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt, Tuhan alam semesta, kepada Rasul
dan NabiNya yang terakhir, Muhammad Saw melalui malaikat Jibril as untuk
disampaikan kepada seluruh umat manusia sampai akhir jaman. Al-Qur'an berarti bacaan, nama-nama lain dari
kitab suci ini adalah Al-Furqaan (Pembeda), Adz Dzikir (Pengingat) dan
lain-lain, tetapi yang paling terkenal adalah Al-Qur'an. Sebagai kitab suci terakhir, Al-Qur'an bagaikan miniatur alam
raya yang memuat segala disiplin ilmu, Al-Qur'an merupakan karya Allah Swt yang
Agung dan Bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja,
sekalipun akan menghadapai tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin
canggih (sophisticated). Kata pertama
dalam wahyu pertama (The First Revelation) bahkan menyuruh manusia membaca dan
menalari ilmu pengetahuan, yaitu Iqra'.
Adalah merupakan hal yang sangat mengagumkan bagi para sarjana dan
ilmuwan yang bertahun-tahun melaksanakan penelitian di laboratorium mereka,
menemukan keserasian ilmu pengetahuan hasil penyelidikan mereka dengan
pernyataan -pernyataan Al-Qur'an dalam ayat-ayatnya.
Setiap ilmuwan yang melakukan penemuan
pembuktian ilmiah tentang hubungan Al -Qur'an dengan ilmu pengetahuan akan
menyuburkan perasaan yang melahirkan keimanan kepada Allah Swt, dorongan untuk
tunduk dan patuh kepada Kehendak-Nya dan pengakuan terhadap Kemaha Kuasaan-Nya.
Tidak pada tempatnya lagi orang-orang
memisahkan ilmu-ilmu keduniawian yang dianggap sekuler, seperti ilmu-ilmu
sosial dengan segala cabangnya, dengan ilmu -ilmu Al-Qur'an. Para ilmuwan dapat
sekuler, tetapi ilmu tidak sekuler. Bila
penyelidikan tentang alam raya ini adalah ilmiah, mana mungkin Pencipta Alam
Raya ini tidak ilmiah. Bila percampuran dan persenyawaan unsur-unsur adalah
ilmiah, mana mungkin Pencipta setiap unsur itu tidak ilmiah. Begitu pula pembicaraan hal-hal kenegaraan
adalah ilmiah, mana mungkin Pencipta perbedaan watak individu yang menjadikan
beraneka ragam ideologi tidak ilmiah.
Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab,
sehingga bahasa Arab menjadi bahasa kesatuan umat Islam sedunia. Peribadatan
dilakukan dalam bahasa Arab sehingga menimbulkan persatuan yang dapat dilihat
diwaktu 'shalat-shalat massal' dan ibadah haji. Selain daripada itu, bahasa Arab tidak
berubah, sangat mudah diketahui bila Al -Qur'an hendak ditambah atau dikurangi,
banyak orang yang buta huruf terhadap bahasa nasionalnya, tetapi mahir membaca
Al-Qur'an bahkan sanggup menghafal Al -Qur'an keseluruhan. Al-Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan
bagi seluruh umat (QS. 68:52), sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah peringatan
bagi seluruh umat (QS. 38:87), petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. 2:2),
korektor dari semua kitab sebelumnya yang telah terdistorsi (QS. 5:48). Al-Qur'an dalam bahasa Arab mempunyai gaya
tarik dan keindahan yang deduktif. Didapatkan
dalam gaya yang singkat dan cemerlang, bertenaga ekspresif, berenergi eksplosif
dan bermakna kata demi kata. (Dr. John Maish MA, The Wisdom Of The Koran.
Oxford 1937).
B.
Pengertian
Ilmu
Bila seseorang
memiliki pengertian (understanding) atau sikap (attitude) tertentu, yang
diperolehnya melalui pendidikan dan pengalaman sendiri, maka oleh banyak orang
dianggap yang bersangkutan tahu atau berpengetahuan. Begitu juga bila seseorang memiliki
ketrampilan atau ketangkasan (aptitude) yang diperolehnya melalui latihan dan
praktek, maka kemampuan tersebut disebut kebiasaan atau keahlian. Namun keahlian atau kebiasaan ini, sekalipun
karena keterbiasaan melakukan sesuatu, juga karena yang bersangkutan sebelumnya
tahu itu adalah tahu mengerjakan (know to do), tahu bagaimana (know how) dan
tahu mengapa (know why) sesuatu itu.
Jadi sekalipun
menurut Peter Drucker (The Effective Executive), kebiasaan yang berurat berakar
yang tanpa dipikirkan (in thinking habit) telah menjadi kondisi tak sadar
(reflex condition), tetap sebelumnya harus merupakan pengetahuan yang
dipelajari dan dibiasakan. Tetapi E.J.
Gladden dalam bukunya "The Essentials of Public Administration"
menganggap ilmu sama dengan ketrampilan, hanya ketrampilan diperoleh melalui
latihan dan belajar. Sekarang sebenarnya dimana letaknya ilmu ?
Ilmu adalah bagian dari pengetahuan, sebaliknya, setiap pengetahuan belum tentu ilmu.
Untuk itu ada syarat-syarat yang membedakan ilmu (Science) dengan pengetahuan (knowledge), yaitu sbb:
Ilmu adalah bagian dari pengetahuan, sebaliknya, setiap pengetahuan belum tentu ilmu.
Untuk itu ada syarat-syarat yang membedakan ilmu (Science) dengan pengetahuan (knowledge), yaitu sbb:
Menurut Prof.
Dr. Prajudi Atmosudirdjo, Administrasi dan Management Umum 1982, Ilmu harus ada
obyeknya, terminologinya, metodologinya, filosofinya dan teorinya yang khas.
Menurut Prof. Dr. Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial 1985, Ilmu
juga harus memiliki obyek, metode, sistimatika dan mesti bersifat universal.
Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian, Filsafat
Administrasi 1985 : Ilmu pengetahuan
dapat didefenisikan sebagai suatu obyek ilmiah yang memiliki sekelompok
prinsip, dalil, rumus yang melalui percobaan yang sistimatis dilakukan berulang
kali telah teruji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil dan rumus-rumus
mana dapat diajarkan dan dipelajari. Menurut
Prof. Drs. Sutrisno Hadi, Metodologi Reserach 1 1969 : Ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lain adalah
kumpulan dari pengalaman -pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah
orang-orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan yang teratur. Dari pendapat2 diatas terlihat bahwa ilmu
pengetahuan itu kongkrit sehingga dapat diamati, dipelajari dan diajarkan
secara teratur, teruji, bersifat khas atau khusus, dalam arti mempunyai
metodologi, obyek, sistimatika dan teori sendiri.
C.
Al-Qur'an
dan penelitian Ilmiah
Penelitian dapat dilakukan dalam segala
disiplin ilmu, jadi tempat penelitian/laboratorium bukan hanya milik ilmu
kedokteran yang meneliti dan mengamati kegiatan bakteri, dan bukan juga hanya
milik ilmu kimia yang meneliti dan mengamati reaksi zat-zat yang dicampur di
tabung reaksi. Tetapi juga milik ilmu-ilmu lain, sehingga dikenal sekarang
adanya laboratorium bahasa, laboratorium pemerintahan, laboratorium politik
dsb.
Istilah
yang menyebutkan 'Lain teori lain pula prakteknya' tidak tepat lagi karena
teori dan pendapat ilmiah dari seorang ahli itu muncul setelah ybs melakukan
penelitian, dengan demikian selalu didukung oleh kenyataan empiris. Meskipun
kadang-kadang teori itu spekulatif namun demikian teori itu dekat dengan kenyataan.
Tujuan teori yaitu secara umum
mempersoalkan pengetahuan dan menjelaskan hubungan antara gejala-gejala sosial
dengan observasi yang dilakukan.
Teori juga bertujuan untuk meramalkan fungsi
dari pada gejala-gejala sosial yang diamati itu berdasarkan
pengetahuan-pengetahuan yang secara umum telah dipersoalkan oleh teori. Dalam berbagai model penelitian untuk
menemukan kebenaran ilmiah, ada yang memakai hipotesa, yaitu untuk penelitian
yang uji hipotesa atau disebut juga penelitian analisis verifikatif, namun ada
pula yang non hipotesis, seperti penelitian deskriptif, yang terdiri dari
deskriptif developmental dan deskriptif eksploratif dan lain-lain.
Teori
Konsep
<-------------------------------------> Konsep
| |
| |
Operasionalisasi Operasionalisasi
| |
V V
Variabel
<-------------------------------------> Variabel
Hipotesis
(Sumber:
Dr. Talizidulu Ndraha, Disain Riset dan Teknik Penyusunan Karya Tulis Ilmiah,
1987, yang menerangkan kedudukan Hipotesis terhadap Teori) Hipotesa harus dibuktikan, tidak dapat menjadi
praduga dan persangkaan belaka. Bila tidak dibuktikan dan diuji,
sipeneliti sudah barang tentu tidak mengetahui sejauh mana kebenaran ilmiahnya.
Hal ini bersesuaian dengan apa yang di
Firmankan Allah dalam Al-Qur'an sbb: "Dan mereka tidak mempunyai sesuatu
pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan
sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap
kebenaran." (QS. 53:28)
"...dan
mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain
hanyalah menduga-duga saja."(QS. 45:24) Kata "persangkaan" dan
"Duga-duga" dalam ayat diatas berarti hipotesa yang harus diuji dan
dibuktikan kebenaran ilmiahnya. Pada
gambar yang telah saya cantumkan, menunjukkan hubungan antara variabel dengan
hipotesa. Dari dua atau lebih variabel dapat dibuat hipotesa untuk penelitian
analisis verifikatip.
Penelitian analisis verifikatip ditandai dengan
penempatan kata "Pengaruh" atau "Peranan" didepan variabel
bebas, selanjutnya memerlukan perhitungan statistik untuk menentukan ramalan
(prediction) perubahan variabel tergantung, atas tindakan yang sudah dilakukan
variabel bebas.
D.
Pembagian
Mukjizat
1.
Mukjizat Hissiyah
Mukjizat ini mudah ditangkap oleh indera manusia. Mukjizat semacam ini diberikan oleh
Allah kepada semua nabiNya. Nabi Muhammad Saw juga menerima mukjizat jenis ini.
Seperti tongkat
Musa bisa berubah menjadi ular raksasa dan bisa membelah laut. Nabi Ibrahim
tidak hangus ketika dibakar oleh kaumnya, Nabi Isa putra Maryam dapat memberi
makan banyak orang yang kelaparan hanya dengan beberapa potong roti dan seekor
ikan.
Nabi Muhammad
Saw dapat memberi minum ratusan kaum Muslimin yang sedang kehausan, dengan
memancarkan air dari tangannya yang mulia itu, membuat makanan tidak pernah
habis ketika dimakan oleh banyak sahabatnya didalam beberapa kali pertemuan, dsb.
Mukjizat
seperti ini mudah dilihat oleh mata kepala tanpa ilmu apapun.
2.
Mukjizat Maknawiyah atau Aqliyah
Mukjizat ini hanya bisa diketahui oleh
orang-orang yang berilmu atau intelektual, yang ini hanya diberikan kepada Nabi
Muhammad Saw. Dan yang mampu menilai keagungan mukjizat ini hanyalah
orang-orang yang memiliki disiplin ilmu pengetahuan atau orang yang mau mencari
sosok kebenaran itu dengan menggunakan akal pikirannya untuk berpikir. Beberapa tahun yang lalu, pernah diselenggarakan
pameran Islam di London Inggris.
Salah satu benda yang dipamerkan adalah sebuah kaligrafi Al-Qur'an surah Az
-Zumar :God created you in the wombs of your mothers,
creation after creation, in a threefold gloom.
creation after creation, in a threefold gloom.
Arti bahasa
Indonesianya : Allah menciptakan kamu didalam peruti bumi Tahap
kejadian demi tahap kejadian Didalam gelap yang tiga Lalu masuklah seorang ahli
bedah kandungan bangsa Inggris non-Muslim.
Setelah melihat benda-benda yang dipajang, akhirnya ia melihat kaligrafi
tersebut. Ia tidak mengerti huruf kaligrafi itu, tetapi setelah membaca
terjemahannya, dia merasa heran dan sangat mengaguminya. Sebagai ahli kandungan, dia mengetahui bahwa
bayi yang terdapat dalam rahim ibu dilindungi oleh tiga selaput halus tetapi
kuat.
Selaput itu adalah Amnion Membrane, Decidua
Membrane dan Chorion Membrane. Dokter ini terpesona karena mengetahui bahwa
ayat yang dilihat itu diturunkan oleh Allah sekitar 1.400 tahun yang lalu,
disaat Eropa dan Amerika masih tenggelam dalam kebodohan. Sedangkan Muhammad
yang buta huruf, berkat adanya wahyu itu, bisa menerangkan keadaan bayi dalam
kandungan, sebagaimana hasil penemuan para ahli kedokteran dimasa sekarang.
"Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu
kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah
Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Ilah (yang berhak
disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan." (QS. 39:6)
E.
Ilmu- ilmu yang terdapat dalam Al-Qur’an
Di antara ilmu-ilmu yang terdapat dalam
al-qur’an
1.
Ilmu falaq
Hal ini sesuai dengan fungsi penurunan
Al-Qur'an & diutusnya nabi Muhammad Saw sendiri yang membawa rahmat kepada
seluruh alam :
"Dan kamu (wahai Muhammad) sekali-kali
tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain
hanyalah pengajaran bagi semesta alam." (QS. 12:104)
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu,
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. 21:107)
"Al-Qur'an
ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam." (QS. 38:87)
Dr. Maurice Bucaille, dalam bukunya Bibel,
Qur'an dan Sains Modern menyayangkan penterjemahan Al-Qur'an yang kurang
memperhatikan segi ilmiahnya. Penterjemahan Al-Qur'an selama ini biasanya hanya
cenderung memperhatikan sisi sastranya saja.
Sebagai
contoh ayat berikut ini :
"Dia menciptakan langit dan bumi dengan
(tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan
siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan
menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun." (QS. 39:5)
Kata menutupkan dalam surah Az-Zumar
diatas, berasal dari kata 'Kawwiru'.
Oleh para penterjemah Al-Qur'an di Indonesia kata 'Kawwiru' ini diterjemahkan dengan berbagai arti yang beraneka ragam.
Oleh para penterjemah Al-Qur'an di Indonesia kata 'Kawwiru' ini diterjemahkan dengan berbagai arti yang beraneka ragam.
Berikut menurut masing-masing penterjemah yang
berusaha mengartikan kata 'Kawwiru' :
Menurut Bachtiar Surin dalam 'Terjemahan
Al-Qur'an' mengartikan 'Kawwiru' dengan kata 'Menyungkupkan'.
Departemen Agama RI didalam Al-Qur'an
terjemahannya mengartikan 'Kawwiru' dengan kata 'Menutupkan'.
Menurut H. Oemar Bakry dalam 'Tafsir Rahmat'
mengartikan 'Kawwiru' dengan kata 'Mengganti'.
Jadi sebagaimana kita ketahui bahwa 'Malam'
disebabkan oleh keadaan bumi membelakangi matahari sehingga gelap, sedangkan
'siang' disebabkan oleh keadaan bumi menghadapkan tanah tempat kita berpijak
kepada matahari sehingga terang benderang.
Pergantian2 siang dan malam berputar-putar ini
diibaratkan serban orang Arab yang berputar-putar dikepala, ini tampak terlihat
bila kita berada pada pesawat ruang angkasa yang sedang meninggalkan ataupun
sedang kembali kebumi.
Dengan begitu, melalui potongan ayat 5 Surah
Az-Zumar yang berbunyi :
'.... Dia menggulungkan malam atas siang dan
menggulungkan siang atas malam...."
Seakan-akan Allah Swt menjelaskan kepada umat
manusia bahwa :
1.
Bumi berotasi (berputar) pada sumbunya
2.
Bumi bulat adanya
Sebab apabila saja terjadi misalnya kejadian
bumi tidak bulat ataupun bumi tidak berotasi pada sumbunya, maka salah satu hal
tersebut terjadi, maka sebagai tempat dipermukaan bumi yang berada di Khatulistiwa
sekalipun akan mengalami keadaan malam berkepanjangan, sebaliknya lokasi yang
tegak lurus dengan tempat tersebut akan mengalami keadaan siang berkepanjangan.
Lebih jauh mengenai rotasi bumi pada sumbunya
ini dijelaskan dalam Surah An-Naml 88:
"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu
sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya
awan...." (QS. 27:88)
Terjadinya malam berkepanjangan atau siang
berkepanjangan seperti yang telah kita uraikan, adalah karena apabila terjadi tidak
adanya rotasi salah satu planet pada sumbunya, sehingga dapat terus menerus
melihat matahari, atau terus menerus membelakangi matahari, atau juga terus
menerus menyamping terhadap matahari, tergantung posisinya dalam membuat
gerakan melingkar (edar) pada matahari.
Hal ini tentu membuat sisi yang menghadap
matahari terus menerus akan kering kerontang dengan suhu asngat tinggi,
sebaliknya sisi yang membelakangi matahari terus menerus akan dingin membeku
dengan suhu rendah (Menurut penelitian planet Venus mengalami keadaan seperti
ini).
Semua peristiwa diatas dengan terperinci sudah
diceritakan dalam Al-Qur'an surah 28 ayat 71 sampai dengan 73 sbb :
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika
Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah
Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu maka apakah
kamu tidak mendengar?"
2. siklus air dan lautan
Jika pada waktu ini kita membaca ayat-ayat
Qur'an yang mengenai air dan kehidupan manusia, ayat demi ayat, semuanya akan
nampak kepada kita sebagai ayat-ayat yang menunjukkan hal yang sudah jelas.
Sebabnya adalah sederhana; pada jaman kita sekarang ini, kita semua mengetahui siklus air dalam alam, meskipun pengetahuan kita itu tidak tepat keseluruhannya.
Sebabnya adalah sederhana; pada jaman kita sekarang ini, kita semua mengetahui siklus air dalam alam, meskipun pengetahuan kita itu tidak tepat keseluruhannya.
Tetapi jika kita memikirkan konsep-konsep lama
yang bermacam-macam mengenai hal ini, kita akan mengetahui bahwa ayat-ayat
Qur'an tidak menyebutkan hal-hal yang ada hubungannya dengan konsep mistik yang
tersiar dan mempengaruhi pemikiran filsafat secara lebih besar daripada
hasil-hasil pengamatan.
Jika orang-orang jaman dulu telah dapat
memperoleh pengetahuan praktis yang bermanfaat, untuk memperbaiki pengairan
air, walaupun pengetahuan itu terbatas.
Dengan cara pemikiran orang dahulu itu,
mudahlah bagi seseorang untuk menggambarkan bahwa air dibawah tanah itu dapat
diperoleh karena terjadinya gugusan dalam tanah.
Orang menyebutkan konsep Vitruvius Polio Marcus
yang pada abad 1 SM mempertahankan ide tersebut di Roma. Dengan begitu, selama
beberapa abad, dan juga setelah Qur'an diwahyukan banyak orang yang mengikuti
ide yang salah tentang regime air.
Konsepsi tentang siklus air yang jelas untuk
pertama kali diutarakan oleh Bernard Palissy pada tahun 1580. Konsepsi ini
mengatakan bahwa air dibawah tanah asalnya dari infiltrasi air hujan dalam
tanah. Teori ini kemudian dibenarkan oleh E. Mariotte dan P. Perrault pada abad
XVII M.
$uZù=yör&ur yx»tÌh9$# yxÏ%ºuqs9 $uZø9tRr'sù z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB çnqßJä3»oYøs)ór'sù !$tBur óOçFRr& ¼çms9 tûüÏRÌ»s¿2
"Dan Kami telah mengirimkan angin untuk
mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turnkan hujan dari langit, lalu Kami
beri minum kamu dengan air itu, dan sekali -kali bukanlah kamu yang
menyimpannya." (QS. 15:22)
Ada dua cara untuk menafsirkan ayat yang
terakhir ini, angin yang menyuburkan dapat dianggap sebagai penyubur
tanam-tanaman dengan jalan membawa Pollen (benih buah dari tumbuh-tumbuhan
lain). Tetapi dapat juga ditafsirkan
sebagai ekspresi kiasan yang menggambarkan peranan angin yang membawa awan yang
tidak mendatangkan hujan atau awan yang membawa hujan.
Peranan
ini sering disebut dalam ayat, seperti berikut :
"Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin;
lalu angin itu menggerakkan awan, maka kami halau awan itu ke suatu negeri yang
mati lalu kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianklah
kebangkitan itu." (QS. 35:9)
3.
Lautan
Sebagaimana
ayat-ayat Qur'an telah memberikan bahan perbandingan dengan ilmu pengetahuan
modern mengenai siklus air dalam alam pada umumnya, hal tersebutakan kita
rasakan juga mengenai lautan.
Tidak ada ayat
AL-Qur'an yang mengisahkan mengenai kelautan yang bertentangan dengan ilmu
pengetahuan. Begitu juga perlu digaris bawahi bahwa tidak ada ayat Qur'an yang
membicarakan tentang lautan menunjukkan hubungan dengan kepercayaan
-kepercayaan atau mitos atau takhayul yang Terdapat pada jaman Qur'an diwahyukan.
Beberapa ayat
yang mengenai lautan dan pelayaran mengemukakan tanda-tanda kekuasaan Tuhan
yang nampak dalam pengamatan sehari-hari, dimana semua itu untuk dipikirkan.
Ayat-ayat
tersebut adalah :
"Allah-lah yang telah menciptakan langit
dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan
air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah
menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan
kehendak-Nya, dan Dia telah Menundukkan (Pula) bagimu Sungai-sungai." (QS.
14:32)
"Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan
lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan),
dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu
melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari
karunia-Nya, dan supaya Kamu bersyukuR." (QS. 16:14)
"Tidakkah kamu memperhatikan bahwa
sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya
diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda -tanda bagi
semua orang yang sangat sabar lagi Banyak bersyuKur." (QS. 31:31)
Secara lengkap penulis cantumkan keseluruhan
Surah Al-Baqarah ayat 164
Tersebut sbb :
Tersebut sbb :
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa
apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa
air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia
sebarkan di bumi itu segala Jenis hewan, Dan pengisaraN angin dan aWan yang
dikeNdalikan antaRa langit dan bumi (atm0sfIr); sungguh (terdapat) taNda-tanda
(keEsaan dan kebEsaran allah) bagi kaum yaNg memikirkan." (QS. 2:164)
Perjalanan awan tersebut dalam ayat diatas
adalah merupakan salah satu dari proses siklus air, air yang berasal dari
manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan maupun dari alam sekitarnya seperti sungai,
danau, kolom, got, selokan, parit, WC dam kamar mandi bergerak dari tempat yang
tinggi ketempat yang Relatif lebih rendah, sehiNgga pada akhIrnya sebagiaN bisa
sampai kelaut.
Dilautlah udara (disamping penguapan pada
tempat-tempat lain), uap air diudara berkumpul membentuk awan.
Bersama angin gumpalan-gumpalan awan tersebut
terbawa, dan oleh kelembaban tertentu (misalnya oleh gunung atau hutan) berubah
kembali menjadi bintik-bintik hujan.
Peristiwa perjalanan awan lebih lengkap
difirmankan oleh Allah dalam Surah An -Nuur 24 ayat 43 berikut ini:
"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah
mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian
menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan olehmu hujan keluar dari
celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran -butiran) es dari langit,
(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung -gunung, maka
ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan
dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu
hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. 24:43)
4.
Atmosfer bumi
Dalam beberapa
aspek yang mengenai langit secara khusus dan yang telah kita bicarakan dalam
posting-posting yang lalu, Qur'an memuat beberapa paragraf yang ada hubunnnya
dengan fenomena-fenomena yang terjadi dalam atmosfir.
Mengenai
hubungannya paragraf-paragraf Qur'an tersebut dengan hasil-hasil Sains Modern,
kita dapatkan seperti yang sudah-sudah dilain persoalan tidak adanya
kontradiksi dengan pengetahuan ilmiah yang sudah dikuasai manusia sekarang
tentang fenomena-fenomena yang disebutkan.
5.
Ketinggian (Altitude)
Sesungguhnya ini adalah pemikiran sederhana
terhadap rasa, 'tidak enak' yang dirasakan orang ditempat yang tinggi, dan yang
akan bertambah-tambah jika orang itu berada dalam tempat yang lebih tinggi
lagi, hal ini dijelaskan dalam Surah Al-An'aam ayat 125:
"...niscaya Allah menjadikan dadanya sesak
lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit...." (QS. 6:125)
Bila Muhammad bukan utusan Allah, pasti ia
tidak mengetahui bahwa kalau diluar angkasa tidak ada udara yang mengandung
oksigen. Benda apapun yang dilemparkan tinggi-tinggi akan jatuh kembali kebumi,
begitu juga bila seorang peloncat tinggi meloncar, ia akan jatuh kembali
kebumi. Burung dapat terbang karena dengan susah payah harus menggerakkan
sayapnya untuk mendorong udara, sekalipun berat badannya cukup ringan.
Semua ini karena adanya gaya tarik bumi yang
disebut gravitasi.
besar atau keCilnya gaya tArik bumi dipEngaruhi 0leh besar kecilnYa berat jeniS suatu benda. Dengan demiKian semakin Ringan suatu Benda, maka sEmakin kecil Gaya tarik buMi pada benda tersebut, kaRena berat riNgan suatu beNda yang sama v0lumenya diTentukan 0leh besar kecil Berat jenisnyA.
besar atau keCilnya gaya tArik bumi dipEngaruhi 0leh besar kecilnYa berat jeniS suatu benda. Dengan demiKian semakin Ringan suatu Benda, maka sEmakin kecil Gaya tarik buMi pada benda tersebut, kaRena berat riNgan suatu beNda yang sama v0lumenya diTentukan 0leh besar kecil Berat jenisnyA.
"Tidakkah mereka memperhatikan
burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang
menahannya selain daripada Allah. sesungguhnya pada yang demikian itu benar
terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman."
(QS. 16:79)
"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada
di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan
umat-umat (juga) seperti kamu." (QS. 6:38)
6.
Listrik atmosfer
Listrik yang ada diatmosfir dan
akibat-akibatnya seperti guntur dan butir-butir es disebutkan dalam beberapa
ayat sbb :
"Dia-lah yang memperlihatkan kilat
kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan
mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para
malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu
menimpakannya kepada siapa yang Dia Kehendaki, daN mereka berbAntah-bantahaN
tentang AllAh, dan dia-lAh Tuhan Yang Maha keras sIksa-Nya." (QS.
13:12-13)
Surah An-nur ayat 43.
"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah
mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian
menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan olehmu hujan keluar dari
celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran -butiran) es dari langit,
(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung -gunung, maka
ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan
dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu
Hampir-hampir menghilangkaN penglihatan." (QS. 24:43)
Dalam dua ayat tersebut digambarkan hubungan
yang erat antara terbentuknya awan -awan berat yang mengandung hujan atau
butiran-butiran es dan terbentuknya guntur.
Yang pertama sangat dicari orang karena
manfaatnya dan yang kedua ditolak orang. Turunnya guntur adalah keputusan
Allah. Hubungan antara kedua fenomena atmosfir sesuai dengan pengetahuan
tentang listrik atmosfir yang sudah dimiliki oleh manusia sekarang.
7. Bayangan
Fenomena yang sangat luar biasa dijaman kita,
yaitu bayangan dan pergeserannya disebutkan dalam ayat-ayat berikut :
"Apakah kamu tidak memperhatikan
(penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan)
bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap
bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang
itu." (QS. 25:45)
"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh)
segala apa yang dilangit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun
terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya diwaktu pagi dan petang hari."
(QS. 13:15)
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan
segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke
kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah
diri." (QS. 16:48)
Diluar hal-hal yang menunjukkan tunduknya
segala ciptaan Tuhan termasuk bayangan, kepada penciptanya Yang Maha Kuasa, dan
disamping Tuhan memperlihatkan kekuasaanNya, ayat-ayat Qur'an juga menyebutkan
hubungan antara bayangan dan matahari.
Daftar pustaka
1.
Al-Qur'an Sumber Segala Disiplin Ilmu Drs. Inu
Kencana Syafiie
Gema Insani Press Jakarta Indonesia 1996
Gema Insani Press Jakarta Indonesia 1996
2.
Bibel, Qur'an dan Sains Modern dr. Maurice
Bucaille
bulan Bintang - Indonesia 1984
bulan Bintang - Indonesia 1984
3.
Dari Sains ke Stand AlQur'an Dr. Imaduddin
Khalil Arista - Indonesia 1993
4.
Asal usul manusia menurut Bibel, Al-Qur'an dan
Sains Modern Dr. Maurice Bucaille Penerbit Mizan - Indonesia 1996
Tidak ada komentar:
Posting Komentar